• Jelajahi

    Copyright © BNRI NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten Toraja Utara

    Redaksi
    Selasa, 26 Mei 2026, 22:53 WIB Last Updated 2026-05-26T15:53:29Z
    -
    -




    Toraja Utara | BNRI NEWS

    Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggelar Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai langkah memperkuat percepatan penurunan stunting di daerah. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara Lt.4 Panga’, dan dihadiri Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Penyuluh KB, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Program ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi Toraja Utara yang sehat, cerdas, dan produktif.

    Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, dalam sambutannya menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau dinas kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

    “Gerakan GENTING ini mengajak kita semua mengetuk pintu hati para pemangku kepentingan, pelaku usaha, dan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting di Toraja Utara,” ujar Wakil Bupati. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi nilai luhur masyarakat Toraja.

    Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting membutuhkan komunikasi yang intens, edukasi yang merata, serta aksi nyata setelah sosialisasi dilaksanakan. “Masalah stunting bukan persoalan kecil. Jika semua pihak bergerak bersama, maka Toraja Utara bebas stunting bukan lagi sekadar mimpi,” tambahnya.

    Plt. Kepala DP3A2KB Kabupaten Toraja Utara, Samuel Sampe Rompon, dalam laporannya menjelaskan bahwa program GENTING merupakan salah satu langkah prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan melalui pendampingan keluarga, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta penguatan peran Tim Pendamping Keluarga di desa dan kelurahan.

    Sementara itu, narasumber dari DP3A2KB, Dorce Paseru, menjelaskan bahwa program GENTING telah mulai dijalankan sejak tahun 2024 dan terus diperkuat pada tahun 2026. Ia menekankan bahwa sasaran program ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta usia 0–23 bulan yang masuk dalam kategori keluarga risiko stunting.

    “Orang tua asuh tidak harus membantu dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah kepedulian dan kesinambungan pendampingan terhadap keluarga sasaran,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa bentuk bantuan dapat berupa nutrisi, edukasi, akses air bersih, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga, sesuai kebutuhan masing-masing keluarga penerima manfaat.

    Ketua DPRD Kabupaten Toraja Utara, Hermin Sa'pang Matandung, dalam arahannya mengingatkan pentingnya perhatian terhadap faktor-faktor penyebab stunting, termasuk pola asuh dan pernikahan dini. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat agar anak-anak Toraja Utara dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang, meminta para camat dan lurah untuk segera melakukan pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya pemetaan calon orang tua asuh agar bantuan dapat tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang paling membutuhkan. “Prioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan pastikan pendampingan dilakukan secara nyata,” tegasnya.

    Dari sisi kesehatan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara, Remen Taula'bi, memaparkan bahwa angka stunting di Toraja Utara masih menjadi perhatian serius. Meski demikian, ia menyebut terdapat tren penurunan berdasarkan hasil pengukuran dan pelaporan di posyandu. Pemerintah daerah berharap seluruh pihak terus meningkatkan partisipasi dalam penimbangan balita, edukasi gizi, serta penguatan peran kader kesehatan di lapangan.

    Program GENTING juga menekankan pentingnya validasi data keluarga risiko stunting agar seluruh intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Dalam kegiatan ini, para camat dan penyuluh KB diminta aktif melakukan pendataan serta pemantauan kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah berharap data yang akurat dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan mempercepat penanganan stunting hingga ke tingkat lembang dan kelurahan.

    Selain itu, sosialisasi ini turut mendorong keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, tokoh agama, dan komunitas sosial untuk ikut menjadi bagian dari gerakan kepedulian terhadap anak-anak berisiko stunting. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menilai bahwa semangat gotong royong dan budaya saling membantu yang selama ini hidup di tengah masyarakat Toraja menjadi kekuatan besar dalam mendukung keberhasilan program GENTING. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan melalui pendampingan dan perhatian terhadap keluarga sasaran.

    Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait diharapkan segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kesadaran gizi keluarga, serta aktif mendukung pelayanan posyandu dan edukasi kesehatan. Dengan langkah bersama dan kepedulian yang terus tumbuh, diharapkan angka stunting di Toraja Utara dapat terus ditekan demi terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa mendatang.


     (Amos)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini