-
Toraja Utara | BNRI NEWS
Bupati Toraja Utara Frederik V.Palimbong, menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Toraja Utara masa bakti 2025-2028 yang digelar di Misiliana Hotel Toraja Utara, Senin, (26/01/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus IDI yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa IDI merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berkelanjutan.
“Eksistensi IDI sangatlah vital bagi pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan. Dokter adalah garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga berharap pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen profesi dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Bupati Toraja Utara juga menekankan pentingnya penguasaan komunikasi publik bagi tenaga kesehatan. Menurutnya, kemampuan komunikasi yang baik akan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempererat hubungan antara tenaga medis dan masyarakat.
Dengan demikian, pelantikan pengurus IDI Cabang Toraja Utara masa bakti 2025-2028 diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mewujudkan visi misi Bupati Toraja Utara dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Toraja Utara dr.Hendrik Kalatimang kepada wartawan disela sela usai pelantikan menyatakan, bahwa kesiapan IDI Toraja Utara akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ia menegaskan komitmen IDI untuk menjunjung tinggi etika kedokteran, mendorong inovasi, serta memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Toraja Utara terutama di Puskesmas, ujarnya.
Selain itu, dr. Hendrik juga mengakui bahwa HIV di Toraja Utara semakin tinggi dan ini akan menjadi pekerjaan rumah untuk membantu pemerintah menurunkan dan mencegah.
“Penyakit HIV di Toraja Utara naik, dan kami dari IDI akan terus bekerja membantu Pemerintah lewat dinas kesehatan dengan mengadakan Sosialisasi bahaya HIV terutama di kalangan muda mudi, tingginya penyakit HIV di Toraja akibat pergaulan bebas yang tidak terkontrol, Tutupnya.
(Amos)


